Selasa, 26 Mei 2015
More than 1500 KM.. But Still Connected
Selasa, 31 Maret 2015
You Are The One
Who would've ever thought that it would be our time?
I just know it, 'cause you're the one
It ain't a selfish love, when I'm with you
You remind me of Allah, and so I know it's true
I'll just say it: you are the one
Won't you be my BFF (best friend forever) and ever?
Won't you be my partner after this world?
We'll see it, when we believe it together
Dreams are meant to be, 'cause you're the one for me
I never thought that I would ever feel this way
I ask Allah to bless you every single day
I'll just say it, 'cause you're the one
And when times are tough, and we've got the world to see
Standing right beside you is where I want to be
I just know it: you are the one
Won't you be my BFF (best friend forever) and ever?
Won't you be my partner after this world?
We'll see it, when we believe it together
Dreams are meant to be, 'cause you're the one for me
I prayed about this just over a million times
Who would ever thought that I could call you mine?
I just know it, 'cause you're the one
And when there's gray in our hair and we've not much to do
I want to spend the rest of my days with you…
Oh don't you know it?
You are the one, you are the one..
Oh won't you be the one?"
Minggu, 29 April 2012
Surat Untuk Calon Suami Dunia Akhiratku
♥ ♥.•*•. ♥ ♥.•*•. ♥ ♥.•*•. ♥ ♥.•*•. ♥ ♥.•*•. ♥ ♥.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Untuk CALON SUAMI dunia akhirat ku :)
Duhai calon pemilik tulang rusukku, aku akan segera hadir dalam dinginnya malam dengan hangatnya jiwa. Ku tunggu hingga Ijab Kabul terucap dari lisanmu.
Aku akan menjaga dalam harumnya semerbak dalam jiwaku, menunggu hingga engkau menahkodai bahtera kita. Ku kan berhijab dengan sempurna dengan tak selalu mengikuti arah arus angin yang berhembus.
Duhai calon imam dalam sholatku, aku kan selalu hadir dalam cintamu kepada Allah, dengan siap aku akan menghamparkan sajadah sebagai alas sujudmu, dengan hadirku sebagai makmum..Insya Allah akan menyempurnakan solat kita.Dengan deru do’amu seiring “aamiin” dari lisanku.
Dalam hening malam air mataku ini tak henti ku titiskan bercahayakan munajat doa.
Duhai calon pemilik tangan gagah yang menolongku ketika aku terpuruk dan jatuh..
Llindungi aku dalam perjalanan hidup kita, ketika engkau terluka kan kubalut dengan cinta jiwa yang merona, menyembuhkan segala perih dalam jiwamu.
Duhai calon pengusap air mataku, sungguh engkau takkan rela calon bidadarimu ini menangis, usaplah lembut pipi kemerah-merahan ini agar tak menangis, dan kan kuhaluskan telapak kakimu dengan mencucikannya ketika engkau pulang dari berjihad.
Duhai calon ayah dari para mujahi-mujahidah kita, aku sebagai madrasah pertama sebagai sumber ilmu dari anak anak kita, kan kutanammkan ilmu agama agar mujahidah kita takut akan Rabbnya, santun pada kedua orang tuannya, menghormati orang-orang yang lebih tua. Akhlakul karimah yang baik kan kusisipkan dalam prilakunya semenjak kecil.
Duhai calon nahkoda yang kan membawa keluargaku ke syurga…
Mari kita hiasi rumah kita dengan cahaya-cahaya iman…
Aku dalam diam sengaja tak menampakkan diri, agar engkau benar benar menemukanku dalam cahaya sujudmu..
Aku tak banyak bicara kerana aku takut ketika aku menyapa, engkau tepesona pada apa yang kuucap..
Aku menunduk malu, tak berani menatap mata binar yang engkau miliki, karena aku takut dapat memudarkan imanku..
Temukan aku wahai calon imam dalam sujudku…
Aku menunggu lisan ijab darimu..
InsyaAllah,sedia menanti di sini.. ^_^
والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sumber: Dari Catatan seseorang yang belum kunjung bertemu dengan belahan jiwanya